Cara Budidaya menanam jeruk bali

    Friday, November 16, 2012

    Cara BUdidaya menanam jeruk bali
    Jeruk Bali Madu. Ya, Jeruk Bali Madu.


    Jeruk Yang Beda. Dibandingkan dengan jeruk lainnya, jeruk besar yang diproduksi para petani asal lereng Gunung Muria ini, sungguh berbeda. Karena rasanya manis dan tidak getir, banyak mengandung air dan empuk nyes tanpa ampas di mulut dengan warna daging buah kemerah-merahan. Inilah yang menjadi ciri khasnya.

    Di daerah sentra produksinya yang terletak di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, jeruk besar ini lazim disebut dengan nama Jeruk Bageng dan akhir-akhir ini nama yang popular adalah Jeruk Bali Madu.

    Bibit murah. Bibit yang baik merupakan langkah awal keberhasilan budi daya. Untuk mempertahankan sifat-sifat unggulnya, sampai saat ini para petani Desa Bageng memperbanyak bibit dengan cara cangkokan. Seringkali sering dijumpai pohon-pohon yang khusus “dikorbankan” sebagai pohon induk.

    Apakah Anda butuh bibit ? Anda akan mendapatkannya dalam kemasan kantong/zak, dengan harga yang relatif murah dengan kualitas bibit sesuai dengan induknya.

    Tumbuh Dimana Saja. Jeruk Bali Madu dapat dibudiyakan di pekarangan (tabulakar), di pot (tabulapot), mau pun ditanam secara komersial dengan cara dikebunkan.

    Penanaman. Untuk persiapan tanam di lapangan, harus disediakan lubang tanam terlebih dahulu. Juga pot bila hendak dibudidayakan dalam pot. Setelah kantong/zak dilepas, bibit dapat ditanam. Agar tanaman dapat tumbuh secara tegak, diperlukan bambu penyanggan (ajir) untuk menyangganya.

    Pemupukan. Untuk tanaman di lapangan : pada tanaman yang masih muda, pemberian pupuk dapat dilakukan dalam parit kecil (rorakan) di sekeliling tanaman secara melingkar. Rorak dibuat sesuai dengan lebarnya tajuk tanaman. Semakin besar tanaman semakin besar rorakannya. Jika tanaman sudah besar dan tajuknya sudah saling menyangkut, pemberian pupuk dapat dilakukan secara memanjang dalam parit kecil.

    Dosis pupuk per pohon yang terdiri dari Pupuk Kandang (M3), Urea (Kg), SP 36 (Kg), Kcl (Kg) pada umur 1 tahun dengan perbandingan : 0,5 0,20 0,45 0,40. Umur tanaman 2 tahun : 0,5 0,40 0,65 0,65. Umur 4 tahun : 0,5 0,80 1,00 1,00. Umur 5 – 15 tahun : 0,5 1,00 0,55 0,85.

    Tanaman di pot : pupuk kandang sebaiknya diberikan tidak kurang dari 3 bulan sekali, dengan cara ditaburkan secara merata pada permukaan tanah. Dosis pupuk butan per pohon/bulan adalah campuran 1 sendok Urea, 1,5 sendok SP 36 dan 2 sendok Kcl. Apabila tanam sudah berumur 2 tahun ke atas, dosis pupuk dilipatgandakan menjadi 2-3 kali. Pemberiannya dengan cara ditabur pada bagian pinggir pot secara merata.

    Pengairan. Tanaman di lapangan : kebutuhan air sangat tergantung pada keadaan tanah dan umur tanaman. Untuk mudahnya, petani biasanya melihat tingkat kelembaban tanah.

    Jika tanah nampak kering berarti tanaman di atasnya membutuhkan “minum.” Perlu juga diperhatikan sistem pembuangan airnya, karena tanah yang becek dan tergenang di sekitar tanaman akan menjadi sasaran empuk penyakit jeruk.

    Tanaman di pot : sekadar contoh, tanaman dalam pot ukuran 0,5 m x 0,5 m akan memerlukan penyiraman 2-3 liter per hari.

    Pemangkasan. Kegiatan pemangkasan dibedakan menjadi pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan. Tanaman yang berasal dari bibit cangkokan biasanya sudah mempunyai percabangan yang baik, sehingga tidak perlu pemangkasan.

    Pemangkasan pemeliharaan ditujukan untuk merangsang keluarnya bunga, mencegah serangan penyakit, merangsang pertumbuhan tunas baru, mengurangi kerimbunan. Juga ditujukan untuk membuang tunas liar atau tunas air dan cabang yang sakit.


    Pengendalian Hama/Penyakit. Hama dan penyakit merupakan salah satu factor utama yang dapat menghambat kelancaran pembudidayaan jeruk besar. Serangannya dapat ringan sampai berat. Serangan berat dapat mengakibatkan tanaman mati, sehingga gagal panen. Untuk mengendalikan hama/penyakit dapat dilakukan secara fisis, mekanis, biologis dan secara kimiawi.


    Panen dan Pasca Panen. Pemanenan untuk memperoleh hasil terbaik jika pemetikan dilakukan pada saat buah tepat matang. Pemanenan yang terlalu muda tidak menjamin mutu buah. Apalagi jeruk besar bersifat nonklimaterik, yaitu buah tidak mengalami proses pematangan setelah dipanen. Jeruk besar dipanen berumur 6-8 bulan setelah bunga mekar.

    Untuk mendapatkan kualitas yang baik, pemanenan sebaiknya menggunakan gunting pangkas. Dilakukan sekitar jam 9 pagi sampai sore.

    Pasca panen : untuk mempertahankan kualitasnya, perlu dilakukan beberapa kegiatan yang emliputi : sortasi, grading, pengemasan, pengangkutan sesuai tujuan pemasaran.


    Anda tertarik ? Apabila Anda memerlukan bimbingan teknis budidaya jeruk besar, Anda dapat menghubungi : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, Jl. Diponegoro No. 23 Pati, Telepon : 0295-381418. Anda juga dapat mendapatkan bibit jeruk bali berkualitas disini.

    Kalau Anda membutuhkan Jeruk Bali Madu atau pun bibitnya, segeralah kontak : bapak Sukir, Spd. HP : 08157724960. Alamat : Rt 02 RW 07 Desa bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

    Teknik cara Bertanam Hidroponik yang baik dan benar

    Wednesday, August 1, 2012
    Teknik dan cara budidaya tanaman dengan hidroponik secara murah dan sederhana : Sesuai dengan janji saya, saya akan mengulas lebih lanjut tentang Teknik dan cara budidaya tanaman dengan hidroponik secara murah dan sederhana. Inti dari pembahasan adalah mencari sebuah solusi budidaya tanaman secara hidroponik yang mampu bersaing dengan efisiensi dan efektifitas tinggi untuk mampu menekan biaya produksi namun tetap menghasilkan hasil yang optimal. Hidroponik dari asal kata hydro yaitu air dan ponos artinya kerja (bukan diartikan kerja pake air : red). Hidroponik di artikan sebagai bercocok tanam tanpa tanah sebagai medianya, namun yang terpenting adalah penggunaan air sebagai sarana menyalurkan dan menyediakan nutrisi bagi tanaman. Fungsi tanah digantikan dengan media-media lain yang memiliki kemampuan untuk menyalurkan atau menyerap air. Media yang umum digunakan adalah pasir, kertas, kerikil zeolit, pecahan genting, arang kayu, ijuk, rockwool, arang sekam, sabut kelapa, atau media padat lain. Bahkan dengan sistem NFT (nutrient film technique) hidroponik tidak memerlukan media lain selain air. Tanah yang berfungai sebagai berpegangnya akar tanaman digantikan dengan media-media seperti disebut sebelumnya.

    Unsur Hara pada tanaman
    Tanaman juga merupakan makhluk hidup, sebagai makhluk hidup tentu memerlukan nutrisi untuk mengerakan metabolisme tubuh. Fungsi tanah sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman digantikan dengan unsur-unsur yang telah diformulasi untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Untuk lahan yang subur, sistem hidroponik relatif tidak diperlukan karena tanah telah menyediakan seluruh unsur hara secara lengkap, namun untuk tanah yang kuran bahkan tidak subur atau tanah yang sudah tereksploitasi secara terus menerus, sistem hidroponik menjadi solusi atas kebutuhan unsur hara bagi tanaman.


    Formula Nutrisi Hidroponik yang Optimal dengan Biaya Rendah / Murah.
    Dalam hidroponik, manusia atau petanilah yang harus menyediakan unsur hara dan diberikan bersama dengan air siraman. Unsur hara yang diberikan pada tanaman hidroponik lebih dikenal sebagai larutan nutrisi. Pada pemberian larutan nutrisi ke tanaman harus diketahui jenis unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Hal inilah yang menjadi salah satu kunci sukses berhidroponik. Tanaman membutuhkan 16 unsur hara esensial. Disebut esensial karena bila satu saja di antaranya tidak tersedia maka tanaman akan mati atau minimal tanaman tidak mampu menyele­saikan siklus hidupnya. Ke-16 unsur hara esensial tersebut digo­longkan menjadi unsur hara makro dan unsur hara mikro. Disebut unsur hara makro karena dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah relatif banyak dan sebaliknya unsur hara mikro dibutuhkan ta­naman dalam jumlah relatif sedikit. Unsur hara makro terdiri dari karbon (C), hidrogen (H), oksigen (0), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan sulfur (S). Unsur hara mikro terdiri dari besi (Fe), mangan (Mn), boron (B), tembaga (Cu), khlor (C1), seng (Zn), dan molibdenum (Mo).

    Jual Kamboja Kering Dan Basah

    Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
    Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

    Dijual Rumah ada sarang Walet-Tulungagung

    Dijual Rumah Murah ada sarang Walet lengkap Dengan Instalasi Speaker, lb 90m2 sarang walet 3x7m diatas ada kolam, rumah monyet untuk walet 2x2m. Harga 175juta tanpa perantara Bila ada yang berminat langsung hubungi kami
    Dikirim oleh : Rumah Murah, Bangoan kedungwaru Tulungagung, 081351015777 | Kunjungi Website