Inilah Mobil yang melarikan Uang Bank Mandiri Rp 5 Miliar di Medan

    Tuesday, March 26, 2013
    Medan, - Polisi berhasil menemukan mobil yang dipergunakan untuk melarikan uang Rp 5 miliar milik Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut). Namun saat ditemukan Selasa (26/3/2013), mobil itu sudah kosong.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan, AKP Fahrizal menyatakan pihaknya langsung melakukan pengejaran begitu mendapat laporan kasus tersebut. Sejumlah personel menyebar ke berbagai kawasan.

    Akhirnya beberapa jam kemudian mobil pembawa uang itu berhasil ditemukan. Mobil Daihatsu Xenia warna hitam dengan nomor polisi B 1216 XZO itu ditemukan terparkir di Jalan Bakti.

    “Saat ditemukan, mobil sudah dalam keadaan kosong. Tersangka sudah membawa lari uang itu,” kata Fahrizal kepada wartawan Selasa malam.

    Berdasarkan keterangan pihak Bank Mandiri kepada polisi, uang yang berada di dalam mobil operasional tersebut berjumlah Rp 5 miliar. Uang itu terkemas dalam beberapa kotak berlapis alumunium.

    Tersangka PAA (40) yang merupakan sopir di Bank Mandiri KCP Tanjung Balai, melarikan uang tersebut pada Selasa pagi sekitar 10.00 WIB. Bermula ketika Bank Mandiri KCP Tanjung Balai bermaksud mengirimkan uang ke kantor bank yang berada di Kota Tebing Tinggi. Untuk itu, manajemen bank tersebut mengirim dua karyawannya, berikut pengawalan seorang polisi.

    Mereka menaiki mobil yang dikemudikan tersangka. Saat berhenti di Kantor Bank Mandiri Cabang Kisaran di Jalan Cokro Aminoto, Kisaran, Kabupaten Asahan, seluruh penumpang turun. Lantas momen itu dimanfaatkan PAA untuk melarikan mobil yang berisi uang itu.

    (rul/mpr)

    Penyebab Pasti Kebakaran Istana Negara Kepresidenan

    Friday, March 22, 2013
    komplek istana kepresidenan gedung skekretariat negara terbakar
    komplek istana kepresidenan gedung skekretariat negara terbakar
    Kantor Sekretariat Kabinet yang berada di dalam Komplek Istana Negara terbakar. Api berkobar cukup besar dan mengeluarkan asap tebal. Saksi mata menduga api berasal dari ruang kompresor AC di lantai III Gedung Sekretariat Negara.

    "Kebakaran itu di lantai tiga, saya tadi yang memecahkan pintu hidran. Kebakaran terjadi pukul 17.00 WIB," kata seorang saksi mata yang bekerja di Setneg, Kamis (21/3).

    Pria itu mengaku api sudah membesar ketika dia tiba di lantai III. Penyebab kebakaran belum diketahui.

    "Tidak tahu persisnya. Tapi mungkin api berasal dari kompresor AC," jelasnya.

    Hingga pukul 18.00 WIB, pemadam kebakaran masih bekerja memadamkan api. Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri meninjau langsung kebakaran itu.

    ____________________________________________________________________________

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Area Istana Kepresidenan yang selama ini dikenal sebagai Ring I ternyata tidak kebal dari ancaman. Itu setelah terjadi kebakaran di gedung Sekretariat Negara (Setneg) Lantai 3 pukul 16.50 WIB, Kamis (21/3).

    Sekretaris Mensesneg, Lambok V Nahattands, mengatakan gedung yang terbakar bukan di Istana Negara, tapi Gedung Setneg. Gedung yang terbakar di lantai 3, kata dia, adalah ruangan yang dipergunakan untuk sidang. Sehingga, kata dia, area yang terbakar bukan termasuk perkantoran. Sementara, ruang kerja Mensesneg Sudi Silalahi ada di lantai 2 dan staf di lantai 1.

    Ia menepis anggapan kebakaran akibat sabotase pihak luar. "Sementara, kebakaran tersebut adalah akibat korsleting listrik. Yang ada di lantai 3 dan ruang staf di lantai 2, semuanya aman," katanya. Dengan adanya kebakaran tersebut, pihaknya menyampaikan, tidak ada korban jiwa, karena memang ruangan itu tidak dipakai pegawai dan bukan ruang penyimpanan dokumen penting.

    Kondisi saat ini, sebut dia, setelah dikerahkan sekitar 10 mobil pemadam kebakaran, api dengan cepat berangsur padam. Kebakaran sudah bisa dipadamkan sehingga tidak merambat ke area di lantai 1 dan 2. Sekarang, dari mobil damkar masih bekerja sampai nanti semua api bisa dipadamkan.

    "Sekalipun dugaan kami adalah korslet listrik lantai 3, kami akan tetap melakukan penyelidikan sebab musabab kebakaran," kata Lambok.

    Kronologi Bentrok TNI POLRI di Sumsel

    Wednesday, March 6, 2013
    Kronologi Lengkap Bentrok TNI VS POLRI di Sumsel. 


    Polisi dan TNI menyebut pemicu pembakaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan adalah masalah pribadi anggota. Pelanggaran lalu lintas, perkelahian, dan hinaan sebagai latar belakangnya. Berikut cerita lengkapnya.

    Akhir Januari 2013 lalu, hubungan polisi dan TNI di OKU tegang. Semua berawal dari kontak 'sekejap' Brigadir Wijaya dan Pratu Heru Oktavianus di Simpang Empat Sukajadi, Baturaja Timur, Minggu (27/1/2013) dini hari. Wijaya adalah anggota Polantas Polres OKU, sedangkan Heru berasal dari Batalyon 76/15 Armed Tarik Martapura.

    Ada informasi, Heru melanggar lalu lintas. Saat akan dihentikan, Heru tancap gas. Wijaya dan beberapa teman mengejar. Aksi kejar-kejaran itu berujung penembakan terhadap Heru.

    Informasi lain menyebutkan Heru dan beberapa temannya melintas di lokasi sambil meneriakkan kata-kata ejekan. Wijaya dan teman-temannya tersingung. Heru dan Wijaya terlibat perkelahian tak jauh dari pos polisi. Wijaya melepaskan tembakan dan mengenai leher dan punggung Heru. Heru meninggal saat dibawa ke RS Antonio Baturaja.

    Kepolisian dan TNI sama-sama siaga pasca kejadian itu. Mereka berusaha mengantisipasi aksi balas dendam. Kedua pimpinan bertemu dan sepakat berdamai. Kapolda Sumsel diwakili Kapolres OKU AKBP Azis Saputra, sedangkan Pangdam II/Sriwijaya diwakili Dandim 0403/OKU Letkol Inf Imanulhak dan Danyon Armed 15/76 Tarik Syailendra Martapura, Mayor Arm Ifien Anindra.

    Kapolres menyatakan permintaan maafnya. "Semoga insiden ini tidak terulang lagi," kata Azis saat jumpa pers di ruang Kapolres OKU, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Senin (28/1/2013) lalu.

    Saat menyatakan permohanan maaf, Kapolres meneteskan air mata. Pimpinan polisi dan TNI saling berangkulan.

    Sementara Dandim OKU menegaskan akan ikut membantu proses hukum yang sedang berjalan. "Sepakat polisi dan Armed tidak ada dendam," tandas Dandim.

    Kasus penembakan itu ditangani Propam Polda Sumsel. Wijaya sudah diperiksa dan dijadikan tersangka.

    Di lain pihak, ternyata perdamaian itu tidak menyurutkan 'emosi' sekelompok anggota TNI. Kamis (7/3/2013) pagi, mereka mendatangi Mapolres OKU dan menanyakan perkembangan pengusutan kasus penembakan. Diduga karena kecewa, mereka merusak dan membakar Polres sekitar pukul 07.30 WIB.

    "Mereka menanyakan perkembangan kasus pelanggaran lalin, lalu merusak dan membakar Polres. Jumlah mereka 90-an," kata Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova ketika dikonfirmasi detikcom.

    KSAD Jenderal Pramono Edhi Wibowo mengaku terkejut atas insiden itu. Dia memerintahkan pembentukan tim investigasi untuk mengusut kasus tersebut.

    Sumber: detiknews.com

    Jual Kamboja Kering Dan Basah

    Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
    Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

    Dijual Rumah ada sarang Walet-Tulungagung

    Dijual Rumah Murah ada sarang Walet lengkap Dengan Instalasi Speaker, lb 90m2 sarang walet 3x7m diatas ada kolam, rumah monyet untuk walet 2x2m. Harga 175juta tanpa perantara Bila ada yang berminat langsung hubungi kami
    Dikirim oleh : Rumah Murah, Bangoan kedungwaru Tulungagung, 081351015777 | Kunjungi Website